Mobile Tajweed Quran Controls Guide

December 16th, 2009

Controls Guide For Standard Keypad


en.1

Here are the keys explanation to control the application (see figure above):

  1. Screen bottom left key:
  2. - To show/access the menu
    - To click the bottom left button on dialog box

  3. Screen bottom right key:
  4. - To cancel the menu access
    - To click the bottom right button on dialog box

  5. Navigation up / down / left / right / center:
  6. - Navigation up: to move between items to above, to shift the screen to the top (scroll in one page)
    - Navigation down: to move between items to the bottom, to shift the screen to the bottom (scroll in one page)
    - Navigation left: to move between items to the left, to move to the next page
    - Navigation right: to move between items to the right, to move to the previous page
    - Navigation center: to select / enter

  7. Key ‘3 ‘:
  8. - To search for words to the previous page

  9. Key ‘1 ‘:
  10. - To search for words to the next page

  11. Key ‘5 ‘:
  12. - To switch from tilawah mode into translation mode or vice versa


Controls Guide For QWERTY Keypad (including Blackberry)


en.2

Here are the keys explanation to control the application (see figure above):

  1. Screen bottom left key / key ‘Q’ (On the Blackberry can only use the key ‘Q’):
  2. - To access the menu
    - To click the bottom left button on dialog box

  3. Screen bottom right key / key ‘P’ (On the Blackberry can only use the key ‘P’):
  4. - To cancel the menu access
    - To click the bottom right button on dialog box

  5. Navigation up / down / left / right / center:
  6. - Navigation up: to move between items to above, to shift the screen to the top (scroll in one page)
    - Navigation down: to move between items to the bottom, to shift the screen to the bottom (scroll in one page)
    - Navigation left: to move between items to the left, to move to the next page
    - Navigation right: to move between items to the right, to move to the previous page
    - Navigation center: to select / enter

  7. Key ‘3 ‘:
  8. - To search for words to the previous page

  9. Key ‘1 ‘:
  10. - To search for words to the next page

  11. Key ‘5 ‘:
  12. - To switch from tilawah mode into translation mode or vice versa

Required to apply the keypad settings by selecting the Keypad menu and follow the instructions.

Petunjuk Kontrol Aplikasi Mobile Quran Tajwid

December 15th, 2009

Petunjuk Kontrol Untuk Keypad Standar

panduan pengguna keypad standar

Berikut penjelasan kunci-kunci pengontrol aplikasi (lihat Gambar di atas):

  1. Kunci layar kiri bawah:
  2. -         Untuk akses menu
    -         Untuk klik tombol bawah kiri kotak dialog

  3. Kunci layar kanan bawah:
  4. -         Untuk membatalkan akses menu
    -         Untuk klik tombol bawah kanan kotak dialog

  5. Navigasi atas/bawah/kiri/kanan/tengah:
  6. -         Navigasi atas: untuk berpindah antar item ke atas, untuk menggeser layar ke atas (scroll dalam satu halaman)
    -         Navigasi bawah: untuk berpindah antar item ke bawah, untuk menggeser layar ke bawah (scroll dalam satu halaman)
    -         Navigasi kiri: untuk berpindah antar item ke kiri, untuk pindah ke halaman berikutnya
    -         Navigasi kanan: untuk berpindah antar item ke kanan, untuk pindah ke halaman sebelumnya
    -         Navigasi tengah: untuk memilih/enter

  7. Kunci ‘3’:
  8. -         Untuk pencarian kata ke halaman sebelumnya

  9. Kunci ‘1’:
  10. -         Untuk pencarian kata ke halaman sesudahnya

  11. Kunci ‘5’:
  12. -         Untuk berpindah dari mode tilawah ke tarjamah atau sebaliknya

Petunjuk Kontrol Untuk Keypad QWERTY (termasuk Blackberry)

id.2

Berikut penjelasan kunci-kunci pengontrol aplikasi (lihat Gambar di atas):

  1. Kunci layar kiri bawah / Kunci ‘Q’ (Pada Blackberry hanya bisa menggunakan kunci ‘Q’):
  2. -         Untuk akses menu
    -         Untuk klik tombol bawah kiri kotak dialog

  3. Kunci layar kanan bawah / Kunci ‘P’ (Pada Blackberry hanya bisa menggunakan kunci ‘P’):
  4. -         Untuk membatalkan akses menu
    -         Untuk klik tombol bawah kanan kotak dialog

  5. Navigasi atas/bawah/kiri/kanan/tengah:
  6. -         Navigasi atas: untuk berpindah antar item ke atas, untuk menggeser layar ke atas (scroll dalam satu halaman)
    -         Navigasi bawah: untuk berpindah antar item ke bawah, untuk menggeser layar ke bawah (scroll dalam satu halaman)
    -         Navigasi kiri: untuk berpindah antar item ke kiri, untuk pindah ke halaman berikutnya
    -         Navigasi kanan: untuk berpindah antar item ke kanan, untuk pindah ke halaman sebelumnya
    -         Navigasi tengah: untuk memilih/enter

  7. Kunci ‘3’:
  8. -         Untuk pencarian kata ke halaman sebelumnya

  9. Kunci ‘1’:
  10. -         Untuk pencarian kata ke halaman sesudahnya

  11. Kunci ‘5’:
  12. -         Untuk berpindah dari mode tilawah ke tarjamah atau sebaliknya

Diharuskan untuk melakukan setting keypad dengan memilih menu Keypad dan mengikuti instruksi di dalamnya.

Hukum Mushaf Al-Quran Digital Pada Ponsel

December 13th, 2009

Sumber : Era Muslim

Assalamu’alaikum.…. Ustadz,

Semoga Rahmat dan Kesehatan dari Allah SWT untuk kita semua……

Begini Ustad sekarang kita hidup di dunia teknologi yang sedapat mungkin memudahkan kita. HP yang sekarangpun ada yang berfasilitas JAVA. dengan Java ini kita bisa meinstall program-program di HP kita, semisal Alquran digital dan waktu sholat.

Jadi pertanyaanya, bagaimana hukumnya HP yang sudah terprogram Al-quran digital sedangkan kita kadang-kadang di toilet(kamar mandi).apakah kita lakukan selayaknya menyikapi Al-quran?

yang perlu saya garis bawahi bahwa program ini bisa ditutup bila kita ke toilet dan dijalankan lagi bila perlu.

Sukron, Jazzakallah atas jawabanya

Wassalamu’alaikum…..

Halododok

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebelum menjawab tentang mushaf digital, ada baiknya kita melihat pengertian mushaf yang selama ini dipakai oleh para ulama.

Pengertian Mushaf

Al-Azhari dalam kamus Lisanul Arab dan Al-Mu’jam Al-Wasith menyatakan dinamakan benda itu mushaf karena bersifat ushifa, yaitu nama untuk benda yang dituliskan padanya kalamullah dan diapit oleh dua sisinya. (ismum lil maktubati fihi kalamullah ta’ala bainad duffataini).

Para ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan mushaf Al-Quran adalah benda yang tertulis di atasnya huruf-huruf Arab berupa ayat-ayat Al-Quran. Hal ini sebagaimana yang kita baca dari pengertian mushaf menurut kitab Hasyiyatu Ad-Dasuqi ‘ala Syarhil Kabir jilid 1 halaman 125. Keterangan yang senada juga kita dapati pada kitab Al-Qolyubi ala Syarhil Minhaj jilid 1 halaman 35.

Di kitab itu dijelaskan bahwa untuk bisa disebut mushaf, tidak ada aturan hanya berupa tulisan ayat Al-Quran sebanyak 30 juz. Potongan satu dua ayat pun sudah termasuk mushaf.

Mushaf itu secara fisik tidak terbatas hanya pada buku atau kertas, melainkan juga bisa saja berbentuk benda-benda lain seperti batu, kayu, kulit binatang, pelepah kurma, tulang atau apa pun juga.

Hukum Terkait Dengan Mushaf

Para ulama mengatakan bahwa mushaf Al-Quran itu harus dimuliakan, karena merupakan tulisan yang berisi mukjizat, yaitu perkataan Allah SWT. Dan bentuknya adalah tidak membolehkan orang yang berhadats untuk menyentuhnya. Tentu dengan segala bentuk variasi perbedaan pendapat di dalamnya. Selain itu juga melarang orang untuk membawanya masuk ke dalam WC.

1. Hukum Menyentuh Mushaf Buat Orang Yang Berhadats

Umumnya para ulama mengharamkan kita menyentuhnya, kecuali bila diri kita bersih dan suci dari hadats kecil atau hadats besar. Bahkan hal itu, menurut sebagian mereka, dianggap sebagai ketentuan langsung dari Allah di dalam Al-Quran.

Tidak boleh ada yang menyentuhnya kecuali orang yang suci

2. Membawa Mushaf ke dalam WC

Larangan lainnya adalah membawa masuk mushaf Al-Quran ke dalam WC. Banyak ulama seperti kalangan mazhab Al-Malikiyah yang tegas mengharamkan kita masuk ke WC sambil membawa mushaf.

Keharamannya didasari dengan dalil-dalil, antara lain:

Bila Rasulullah SAW masuk ke dalam WC, beliau melepas cincinnya. (HR Abu Daud)

Abu Daud mengomentasi bahwa hadits ini munkar, sebagaimana yang beliau tuliskan dalam Sunan Abu Daud jilid 1 halaman 25.

Sedangkan Asy-Syafi’iyah dan Al-Hanafiyah tidak mengharamkannya secara mutlak, namun tetap memakruhkannya.

Software Quran dalam Perangkat Elektronik

Yang jadi masalah adalah: apakah software Quran dalam perangkat elektronik bisa sejajar dan disamakan hukumnya dengan mushaf pada umumnya? Ataukah punya hukum tersendiri karena ada perbedaan sifat dan karakter?

Perbedaan antara keduanya memang jelas ada. Titik perbedaannya adalah pada ketidak-permanenan tulisan ayat Al-Quran. Software membutuhkan layar untuk memproyeksikan isinya. Bila layar itu diaktifkan, layar itu memang bisa dihukumkan sebagai mushaf.

Tapi apa yang terjadi kalau layar itu dimatikan?

Jelas layar itu tidak akan menampilkan tulisan ayat Quran. Sehingga sudah bisa dipastikan bahwa saat layar itu tidak diaktifkan, maka tidak ada mushaf di sana. Artinya, saat dinonaktifkan, layar itu bukan merupakan mushaf.

Sebagai perbandingan, kita bisa juga melihat pada dinding putih bersih yang tidak ada tulisan apa pun di atasnya. Jelas dindingi itu bukan mushaf, karena tidak ada tuisannya.

Lalu kita nyalakam komputer dengan software tulisan Al-Quran, lantas kita gunakan video projektor untuk menembakkan citranya ke tembok putih itu. Tembok putih yang semula kosong itu akan menjadi tempat proyeksi dari gambar yang diterimanya dari projektor. Saat itu tiba-tiba kita bisa melihat susunan ayat Quran di tembok itu.

Selama ayat Quran itu muncul di tembok, kita bisa saja mengatakan bahwa saat itu tembok telah berubah menjadi mushaf. Karena memenuhi kriteria sebagai mushaf.

Tapi, kalau kita matikan sinar projektor itu, tiba-tiba ayat Quran yang tercitra di tembok itu hilang dan tembok kembali lagi menjadi putih.

Nah, apakah setelah tembok itu kembali memutih, kita masih mengatakan bahwa tembok itu sebagai mushaf Al-Quran? Tentu tidak, bukan?

Hal yang sama berlaku dengan papan tulis yang kita tulisi ayat Quran. Saat masih ada tulisannya, untuk sementara kita bisa katakan bahwa papan tulis itu sebagai mushaf Al-Quran. Tapi begitu tulisan itu kita hapus, dan papan tulis menjadi bersih tanpa tulisan, masihkah kita katakan bahwa papan tulis itu sebagai mushaf?

Rasanya kita akan sepakat bahwa papan tulis itu sudah bukan mushaf lagi saat tidak ada tulisan ayat Qurannya.

Maka demikian pula kasusnya dengan software Quran yang ada di dalam PDA atau HP kita. Kalau mau masuk WC, kita non aktifkan saja. Selesai urusannya. Ada pun di dalam memorinya masih ada di dalam perangkat itu, selama tidak diaktifkan, tentu tidak bisa disebut sebagai mushaf.

Lagian, bukankah di dalam kepala Anda sendiri juga ada memori ayat-ayat Quran, bukan? Selama memori itu tidak diaktifkan lewat suara, maka tidak mengapa Anda masuk WC.

Kita belum pernah melihat ada orang yang setiap mau masuk WC, harus melepaskan dulu kepalanya dan dititipkan pada penjaga WC di luar, karena dianggap isi kepalanya ada memori ayat Quran.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Al-Qur’an Mendahului Sains Modern

December 13th, 2009

dakwatuna.com - “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (Fushilat (41): 53).

A.   Al-Qur’an Kitab Hidayah

Tanya: Untuk apa Allah swt menurunkan Al-Qur’an?

Jawab: Allah swt menurunkan Al-Qur’an untuk menjadi petunjuk bagi manusia. Al-Qur’an adalah kitab petunjuk, bukan kitab kedokteran atau teknik, bukan kitab astronomi atau kimia yang menghimpun berbagai informasi ilmiah ilmu-ilmu tersebut. Sekali lagi ia hanya kitab hidayah ilahi bagi perilaku manusia.

B.    Al-Qur’an Turun dengan Ilmu Allah swt

Tanya: Kalau begitu apa maksud ungkapan “Al-Qur’an mendahului sains modern?”

Jawab: Artinya, ketika Al-Qur’an berbicara tentang manusia, tumbuhan, atau makhluk lain, ia pasti berbicara tentang hakikatnya. Manusia baru mengetahuinya setelah sains dan peralatan-peralatan canggih digunakan untuk melakukan berbagai penelitian ilmiah. Itulah makna Al-Qur’an mendahului sains modern sekaligus sebagai bukti baru mukjizat Al-Qur’an di masa kemajuan teknologi yang semakin menegaskan bahwa ia adalah kalamullah yang tidak sedikitpun mengandung kesalahan.

C.   Sesaknya Dada

Tanya: Apa contoh masalah ini?

Jawab: Contoh-contoh cukup banyak, di antaranya penemuan para pilot tentang semakin sesaknya dada mereka setiap kali mereka menambah ketinggian di udara sampai-sampai mereka merasa tercekik karena tak mampu bernafas akibat semakin berkurangnya kadar oksigen. Realita ini belum diketahui sebelumnya, orang menganggap bahwa udara tersedia sampai ke planet-planet dan bintang-bintang yang ada di langit. Sedangkan Al-Qur’an telah mengungkap hakikat ini sejak empat belas abad lebih. Allah swt. berfirman:

“Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” (Al-An’am (6): 125).

Maksudnya: Barangsiapa berhak disesatkan Allah swt karena amal-amalnya yang buruk dan permusuhannya terhadap Islam, maka Allah swt. menjadikan dadanya sempit bila mendengar mauizhah (nasihat) yang mengingatkannya tentang kebenaran Islam seperti sempitnya dada orang yang naik ke langit. Hal ini tidak diketahui manusia yang tidak beriman sebelum mereka menggunakan pesawat terbang. Lalu apakah Nabi Muhammad saw. memiliki pesawat khusus untuk menyampaikan informasi ini? Atau apakah yang disampaikan semata wahyu yang berasal dari ilmu Allah swt?!

D.   Informasi tentang Pusat Perasa di Kulit

Tanya: Adakah contoh yang lain?

Jawab: Ya, kita ambil contoh dari susunan tubuh manusia. Dulu orang percaya bahwa saraf perasa terdapat di seluruh tubuh dengan kepekaan yang sama. Namun ilmu pengetahuan modern mengungkap kekeliruan ini, ternyata pusat kepekaan terhadap rasa sakit dan lainnya terletak pada kulit di mana jarum suntik hanya terasa sakit pada kulit. Al-Qur’an menyebutkan hakikat ini sebelum penemuan para ahli.

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (An-Nisa (4): 56).

Maksudnya: Perasaan sakit menerima azab terpusat pada kulit mereka dan apabila kulit itu telah hangus matang mereka tidak merasakan azab lagi. Oleh karenanya, Allah swt. Yang Maha Mengetahui ciptaan-Nya menggantinya dengan kulit yang baru agar mereka tetap merasakan azab.

Apakah Muhammad saw memiliki alat-alat bedah khusus untuk mengetahui informasi ini? Atau apakah ini hanyalah bukti bahwa Al-Qur’an adalah firman Allah yang diturunkan dengan ilmu-Nya? Maha Benar Allah swt. yang telah berfirman:

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (Fushilat (41): 53).

Kesimpulan

Al-Qur’an mengandung informasi yang baru terungkap kebenarannya setelah berabad-abad lamanya seiring kemajuan ilmu pengetahuan.

  • Di antaranya informasi Al-Qur’an tentang sesaknya dada orang yang menjelajah langit, dan pusat rasa yang ada di kulit. Ilmu pengetahuan abad dua puluh kemudian membenarkan informasi Al-Qur’an ini.
  • Kebenaran ini sebagai bukti bahwa Al-Qur’an semata-mata wahyu Allah swt. kepada Rasul-Nya Muhammad saw. Allahu a’lam